Jumat, 16 Oktober 2009

menulis lagi..lagi menulis

Lama rasanya tidak menulis..kebanyakan pikiran jadi susah menuangkannya..Semester ini saya sudah mulai menulis thesis, tapi baru sampai taraf proposal saja..dan model penelitiannya bari di setujui oleh bapak yang lembut hatinya kemaren..alhamdulillah. Syukurnya saya sudah membuat mentahan proposal sebelum pulang lebaran, jadi tinggal memperbaikinya saja sebelum presentasi kamis depan (22/10). Menulis thesis ternyata memang tergantung kemauan kita sendiri..no limit and no one can give the limit except us..so, dari orang yang santai banget, saya bangkit dan memaksa diri untuk membuat limit saya sendiri. Untuk menlanjutkan halaman satu ke halaman dua saya membutuhkan waktu seminggu, untuk menyudahinya, saya hanya butuh tidak tidur setelah sahur 5 jam saja..

Dan saya bisa pulang ke padang dengan tenang tanpa beban kecuali bagasi yang beratnya mencapai 75 kg dengan jatah hanya 20 kg saja. isinya macam-macam..maklum, hanya saya saja yang merantau di rumah. Ada 30 kg mete goreng, baju lebaran, baju daster jualan, salak, lengkeng dll..saya saja takjub melihatnya apalagi anda? Alhamdulillah, 75 kg itu lewat tanpa sepeserpun yang harus saya bayarkan ke pihak maskapai..ada banyak bantuan yang saya terima, mulai dari teman-teman saya yang kebetulan memang pulang pada saat yang sama hingga bantuan dari orang-orang yang tak dikenal..semoga Allah melipatgandakan pahala bagi mereka..amin.

Saya pulang kepadang hanya 5 hari sebelum lebaran, tidak seperti sebelumnya yang hingga seminggu sebelumnya. Hal itu cukup membuat mama deg-degan takut kacang metenya tidak ada yang membeli. tapi rejeki mang sudah diatur, alhamdulillah kacangnya laris manis, hanya bersisa 3 kilo saja..

Mama saya memang semakin hebat sekarang..
selain kacang mete tadi, beliau juga menjual daster yang juga saya bawa pulang dan memasarkan brownies buatan saya. Tahun ini kakak sayapun ikut bergabung jualan kue, khusus marmer cake dan cake tape..total saya mengerjakan hampir 60 brownies sepanjang lebaran dan belasan cake dari kakak saya..senangnya bisa membayar ongkos balik sendiri..

Akhir Ramadhan di padang diisi oleh musim hujan, sehingga no other place as nice as home..

Sejak hari pertama di rumah, mama hanya mau diantar oleh saya. Sejak hari itu, saya resmi bertugas sebagi tukang kemana saja dan membeli apa saja..ha ha ..O ya, rumah saya sekarang makin rame, total ada sebelas orang..bisa bayangkan betapa rame dan riuhnya..tiap sebentar ada teriakan yang kemudian diiringi tangisan..ckckckck...tapi saya ga bosan tuh di rumah..dua ponakan laki-laki plus satu adik bungsu laki-laki saja sudah cukup untuk menciptakan semua itu..dan saya sedang membayangkan bagaiman jika anaknya Yuli ( adek saya) yang menurut USG juga laki-laki lahir nanti..pusing deh neneknya..

Lebaran diisi dengan...Ketupat all day long..
tapi tahun ini berbeda. Jika tahun lalu hanya kak ria dan keluarga yang menghilang setelah sholat ied, sekarang ii juga ikutan menghilang ke rumah mertua..jadilah saya tukang jaga kandang..Lebaran ini saya ketemuan dengan teman-teman kuliah ( debi, didi, medi, haris, ika, regi, dll), teman SMu dan teman SMP. Menyenangkan..apalagi mengetahui bahwa mereka tidak berubah terlalu banyak..atau mungkin tak berubah sama sekali (terutama teman kuliah saya)..Berikutnya diikuti oleh agenda pulang kampung, bertemu saudara, nenek, sepupu, om, tante dan terjebak berjam-jam dalam kemacetan padang panjang-bukittinggi-padang..demi jam gadang..he he dan melewatkan sate mak syukur..huhuhu..

Then here's come the day..Gempa dahsyat 7,9 SR di rabu sore..
Hari itu seharusnya Yuli masih di Pariaman, tapi karena suaminya berangkat ke duri, maka ia izin pulang lebih cepat, hari itu harusnya adil dan azzam berada di sekolah sampai jam 6 dan di jemput oleh ayah mereka karena umminya punya jadwal pulang cepat dan mereka biasanya tidak mau naik angkot, dan hari itu saya seharusnya mengunjungi teman..dan Alhamdulillah hari itu kami semua berada dalam jarak yang berdekatan (kecuali kakak saya yang sedang di jalan pulang)..dan bisa berangkulan satu sama lain..mengingat tetangga kami tercerai berai (alhamdulillah mereka selamat)..

Saya tidak ingin membahas tentang gempa..yang pasti dari beberapa kali gempa yang pernah saya rasakan, gempa ini adalah the bestnya..Alhamdulillah, meski tidur di garasi, kami masih punya tempat berteduh, air dan makanan. Dan gempa itu mendekatkan kami satu sama lain yang hidup bertetangga dan mendekatkan kami kepada Sang pencipta..

Mama saya bilang saya harus tetap kembali ke Jogja begitu tiket pesawat sudah saya dapatkan..saya sebenarnya enggan sekali..tapi beliau bersikeras bahwa hidup harus dilanjutkan..dan saya setuju..

Hei, cerita saya ternyata panjang juga ya...
senangggg deh bisa nulis lagi

Rabu, 12 Agustus 2009

"What is the hardest thing of being fat?"

Beberapa hari lalu saya berangkat ke Jakarta..

Ngapain?
saya susah untuk menjawabnya..mau jujur takut jadi bahan tertawaan yang kemudian memundurkan niat saya untuk mencoba..mau ga jujur..takut dosa..orang seperti saya kadang susah untuk tidak mendengarkan kata-kata orang lain. Tapi sekarang, saya tidak akan mudah terpengaruh lagi..this is my own life right?
Saya ke jakarta untuk mengikuti audisi The Biggest Loser Asia. Sebuah kontes yang menantang orang untuk berkompetisi menurunkan berat badan terbanyak. Audisi ini bentuk keberanian saya untuk melakukan hal -hal baru yang menurut saya diluar pikiran saya selama ini. Sebenarnya ini bukan hal baru lagi, diet dan olahraga sudah menjadi bagian dari saya bertahun tahun lamanya..Pertanyaannya dah terjawab kan?

Kok mau jauh-jauh dari Jogja, panas-panasan ga bisa tidur selama 8 jam di kereta bisnis hanya untuk itu?
Terus terang, saya bukan ingin jadi artis..jauh sekali dari niat itu..paling hanya kakak dan adik saya saja yang sibuk membayangkan punya saudara artis..ha ha.
Terus terang, saya paling tertarik dengan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dengan trainer profesional dan pola makan yang diawasioleh ahli gizi. Lebih jauh lagi..saya ingin membuktikan bahwa saya BISA. Motivasi lainnya adalah keinginan saya untuk melihat binar kebahagiaan di mata mama jika ini terwujud...melihat saya dengan berat badan dalam range normal adalah mimpi beliau sejak lama..

Ada banyak pertanyaan yang harus saya jawab dalam form pendaftaran..
Salah satunya adalah .."What is the hardest thing of being fat?"

Pertanyaan yang bagi orang-orang seperti saya dan banyak orang lain dengan kekurangan ( atau kelebihan) akan menimbulkan jawaban yang amat sangat panjang...karena jawabanya pasti lebih dari satu...

Bagi saya, hal terberat dari menjadi orang dengan berat adan diatas rata-rata adalah selalu / sering menjadi objek penderita dari olok-olokan banyak orang. Di TV, ada banyak orang gendut yang menjadi bahan tertawaan, di lingkungan sekitar bahkan di ruang kelas sekalipun hal itu dianggap lumrah.. saya dan orang-orang lain yang senasib, dianggap akan baik-baik saja jika diledekin, dicemooh, dijadikan bahan tertawaan. ...Teman-teman terdekat saya mungkin sangat paham kalau saya sangat tidak suka menjadi objek penderita..tapi saya tidak bisa memaksa orang untuk mengerti akan hal yang sama..

Tapi sebenarnya, hal terberat dari menjadi orang dengan berat badan berlebih adalah..banyak orang yang tidak bisa menerima saya apa adanya..with my plus and my minus..plus seringkali tertutupi oleh minusnya...seringkali yang terlihat hanya minus yang berupa plus di berat badan itu saja...dan itu terjadi bertahun tahun...

Tapi kitalah yang memegang kendali atas kehidupan kita sendiri..bukan orang lain..
Seharusnya tidak ada yang bisa menjatuhkan kita kalau kita tetap ingin berdiri tegak..
Dan saya memilih itu..meski sekali-sekali..(atau mungkin berkali-kali?) saya jatuh..tapi saya selalu berusaha berdiri lagi..

Saya kemudian tidak lagi membiarkan diri saya menjadi bahan olok-olokan karena kekurangan fisik saya..begitupun saya tidak membiarkan orang lain dengan kekurangannya menjadi bahan olokan orang lain..tidak ada orang yang ingin berada di posisi itu..sama sekali..

Audisi di Jakarta itu membuka mata saya bahwa banyak orang berbadan besar seperti saya seringkali tidak lagi punya kekuatan untuk menengakkkan kepala dan berkata kepada dunia "inilah saya apa adanya..". pembicaraan antar orang-orang gedut itu kebanyakan berisikan penolakan-penolakan terhadap diri sendiri, keputusasaan atau ketidakpercayadiriaan..Mungkin tidak banyak orang yang tau bahwa ejekan, cemoohan caci maki telah menorehkan luka dalam pada diri banyak orang selama bertahun-tahun..

tapi tidak sedikit juga dari orang-orang tersebut yang kemudian memaknai itu semua sebagai penguatan diri sendiri..membuktikan kepada banyak orang bahwa apa yang dilakukan orang lain terhadap dirinya tidak berarti apa-apa..Dan saya akan menjadi salah satunya..saya tidak akan mudah patah..


Di luar itu semua..apapun hasilnya..saya senang bisa mendapatkan pengalaman baru..bertemu dengan orang-orang senasib..merasa hebat (karena mampu mengalahkan diri sendiri..), merasa beruntung ( karena disana saya bisa menjadi size M, L atau apapun yang saya mau)..dan merasa dicintai ( dengan dukungan penuh dari sahabat-sahabat saya..semua bersemangat dan membuat saya maikn bersemangat..) dan merasa bersyukur bahwa Allah mengkaruniai saya kehidupan yang sedemikian luar biasa hingga saya bisa belajar banyak dari apa yang saya alami...

Untuk semua orang gendut yang hari itu ngantri audisi di pacific place..
Senang bertemu anda..orang-orang dengan hati yang lebar

Selasa, 04 Agustus 2009

Trimester III: tentang keseimbangan hidup


Trimester tiga sudah hampir berakhir..hanya tinggal dua sesi terakhir untuk satu mata kuliah lagi minggu ini. Kuliah dengan Mr-You-Know-Who di kamis dan senin depan. Siapa lagi niy Mr. you-Know-Who?
Di semester ini saya memberi nama-nama sendiri bagi semua dosen yang mengajar saya. Di trimester pertama, saya hanya punya Mr. Charming, Dosen yang memikat hati saya karena belaiu selalu mendorong saya untuk terus mengeksplore sisi analitis dengan tidak pernah benar-benar membenarkan suatu pernyataan dan tidak pernah benar-benar menyalahkan suatu pendapat.

Sebenarnya hampir semua dosen memiliki karakteristik unik masing-masing, namun sebagai manusia biasa yang memiliki kecendrungan untuk memilih orang yang disuka, sehingga saya hanya memberi nama pada beliau saja di trimester I.
Namun semester ini, hampir semua dosen memiliki nama khusus.

Di hari senin, sesi paling pagi, saya kuliah dengan Bapak yang menurut saya Ilmunya seluas samudra. Beliau sungguh mengagumkan. Hampir semua pertanyaan bisa beliau jawab dengan baik, nyaris tidak ada yang terlewatkan. Hal yang paling mencengangkan bagi saya, semakin beliau ngantuk, semakin banyak ilmu yang keluar..ha ha ..sangat lucu tapi ini fakta. Bayangkan kalau mahasiswa, semakin
mengantuk maka semakin ngawurlah kalau disuruh menjawab pertanyaan. Hari ini, setelah kuliah sesi terakhir, beliau berbagi senyum lebar bersama kami di foto bersama.."ga penting paham atau tidak artikel hari ini..yang penting foto-foto" begitu yang beliau ucapkan di akhir pertemuan.


Di jadwal yang sama, sesi ke dua, saya kulah dengan bapak yang lembut hatinya. Sebenarnya bukan kali pertama saya diajar oleh beliau. Tapi di trimester ini saya semakin yakin kalau bapak ini memang memiliki hati yang lembut. Beliau nyaris tidak pernah marah bahkan tidak pernah berbicara dengan nada tinggi.. Kelembutan hati si bapak membuat saya sempat terlena diawal kuliah..tapi kemudian berubah menjadi pembuktian mati-matian karena saya merasa sungkan dengan kelembutan hati beliau.. Alhamdulillah, beliau juga yang menjadi pembimbing thesis saya, Tuhan tahu bahwa orang yang membimbing saya mesti super duper sabar :)

Di hari selasa sesi pertama, kami bertemu dengan Mr. you-know-who.. mengapa nama itu? hmm long story, tapi tidak penting untuk dibagi disini. Satu hal yang menarik dari Bapak ini adalah kemampuan beliau untuk berbicara nonstop selama 2 jam..tidak banyak yang mampu begitu kan?

Here comes the fabulous one..Another Mr.charming.
Mr. Charming bagi saya bukan sekedar nama yang diberikan kepada orang yang memiliki penampilan fisik yang bagus saja, meskipun kedua orang itu menurut saya cukup memiliki karakteristik tersebut. Charming bagi saya adalah kemampuan untuk mempesona, baik secara fisik, ilmu, kerendahan hati dan pengertiannnya terhadap mahasiswanya. Bapak ini menjadi another Mr. Charming karena berbagai alasan; 1. memiliki banyak sekali ide penelitian..jadilah setiap kali masuk kuliah, setiap kali pula berbagai ide bertebaran di kepala kami. 2. Beliau salah satu orang yang berpengaruh di UGM, sehingga bisa dipastikan belaiu sangat sibuk, sering ganti jadwal, tapi tidak keberatan kalau jadwal penggantinya selain jadwal bermain badminton kami di Rabu dan Jumat pagi. 3. Sangat pengertian, sangat paham kalau kami hanya punya so little time untuk so many things to do..sehingga seringkali beliau menawarkan untuk mengundurkan jadwal pengumpulan tugas. 4. Beliau juga tidak segan untuk mmemakan apapun bekal yang saya dan teman-teman bawa. 5. Mr. charming ini good looking. Sayang statusnya merid dengan 5 anak..jadi sudah tidak bisa dikecengin lagi ..ha ha :)..

Dosen-dosen di semester ini membukakan mata hati saya bahwa ada banyak jiwa profesor di diri para doktor, para master dan para profesor itu sendiri. Mereka bekerja dengan mengamalkan ilmunya agar orang lain bisa menjadi lebih maju. Semakin bersemangat untuk menjadi dosen:). namun disisi lain, mereka juga manusia biasa, bisa salah bisa benar..tinggal kita saja, untuk mengambil yang benar dan meninggalkan yang salah..

Cukup tentang para dosen. Berikut tentang kelas saya yang bernama systemic, karena kami berada di konsentrasi sistem. Meskipun berada di konsentrasi sistem, kami seringkali ga sistematik, tapi teman-teman bilang, kelas yang paling santai, jarang stress, gimana bisa stress..wong isinya orang-orang gila semua..gila nonton, gila jalan dan gila karaoke (^_^). Semester ini satu kelas hanya terdiri dari enam orang saja, leburan dari berbagai orang yang sebagian diantaranya merupakan anak hilang, karena konsentrasi yang diinginkan tidak dibuka dan konsentrasi lainnya terlalu mengerikan.

Lalu apa lagi yang menarik dari semester ini?

Di awal semester ini, pertengahan semester lalu, saya bersama partner in crime saya Kak Anny dan 2 pria lain Mas Arif dan Kaherul akhirnya melakukan perjalan kebelahan lain yang menakjubkan di bumi nusantara ini. Ya, kami melakukan perjalanan ke Bromo dengan bantuan pasangan baik hati Masipul dan Mb Esti, teman kuliah kami di TA..hmm bener kata pepatah..banyak teman banyak rejeki..makasih ya masipul dan mb esti..semoga rejekinya lancar terus.

Perjalanan ke bromo itu sungguh sangat menakjubkan..pemandangan yang sangat indah, teman perjalanan yang amat sangat menyenangkan dan tuan rumah yang baik hati..sungguh liburan yang sempurna untuk IDR 450 k all included. Liburan ini juga mengasah kemampuan saya untuk menjadi organizer dan manajer, mengatur perjalanan, mengatur pengeluaran hingga penagihan. hmm..bisa untuk menjadi bekal untuk menjadi manajer artis..Pelajaran lainnya dari liburan ini adalah untuk sesring mungkin bersikap spontan, pikirkan, rencanakan dan jalankan..jangan terlalu lama menunggu ..bisa bisa malah ga jadi..

Di semester ini juga, saya bersama teman-teman memulai untuk rutin berolahraga. kami menyewa lapangan di lembah UGM untuk bermain bulutangkis dua kali seminggu hanya dengan modal 35 ribu saja perbulan. Untuk sehat tidak perlu bayar mahal ternyata..Bermain badminton itu sangat menyenangkan, saya menyebutnya sebagai olahraga sosial, sambil berolahraga sambil menambah keakraban..jadi kurus dong? belum tuh..he he ..mind setnya sedang dirubah, yang penting sehat dulu..kurus mah bonus :)

Selain bromo dan badminton, masih ada trip ke pantai baron, kukup dan krakal serta karaokean kapan saja kita mau dan ingat. Another Mr. Charming said.."keseimbangan hidup".

Ada yang menyenangkan ada juga yang menyedihkan..Di semester ini saya mendapat dua buah nilai C ..tapi tak apalah, itu konsekuensi yang sudah saya terima..mungkin maksudnya biar saya bisa belajar lagi agar lebih paham. Dengan dua nilai C itu, saya masih bersyukur bahwa saya sebenarnya sudah mendapatkan ilmu senilai A+

Di semester ini juga, kami sudah harus memulai untuk berpikir tentang thesis..ahh waktu begitu cepat berlalu..baru kemaren kami bertanya pada senior, "judul thesisnya apa?", "kapan ujian? proposalnya sudah di acc?"..eh sekarang giliran kai yang ditanya. Tapi tidak apa, setidaknya saya tahu bahwa untuk menulis beberapa lembar proposal itu tidak mudah..sulit sekali..sehingga saya akan lebih bersungguh-sungguh, tidak gampang menyerah dalam jika nanti belum menemukan kata-kata yang pas..Kuliah seminar, mencari artikel, membuat proposal membuat saya paham bahwa artikel-artikel yang saya baca untuk berbagai mata kuliah disemester ini adalah sebuah mahakarya..dan saya terpacu untuk membuat sesuatu yang bisa menjadi acuan orang-orang lainnya di masa yang akan datang..pengen juga melihat tulisan "..menurut Wulandari (2009)....". Saya bisa..saya pasti bisa :)

Semester ini ditutup dengan mengabadikan cerita tentang kami dalam beberapa lembar foto angkatan di seputaran UGM dan berkali-kali shoot foto kelas di candi boko. Dan saya masih harus belajar, dan saya akan memulai dengan menghargai setiap hal yang dilakukan orang untuk saya karena saya tahu betapa tidak menyenangkannya jika apa yang kita lakukan tidak dihargai orang lain..

Akhirnya trimester tiga ini berakhir sudah...dan saya bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan saya kesehatan, dosen-dosen yang luar biasa, teman-teman yang menyenangkan sehingga saya bisa menikmati semua proses di trimester ini dengan sempurna

Senin, 27 Juli 2009

semakin dekat..

Baru saja membuktikan kepada diri saya sendiri bahwa saya tidak akan mudah patah dan mudah menyerah...
alhamdulillah
Semakin dekat ke Thesis..

Rabu, 15 Juli 2009

kembali

Cukup lama saya tidak menulis di sini..terus terang daya tarik facebook membuat saya lupa memperbaharui kembali jurnal ini. namun gara-gara melihat si uda vizon meluncurkan website dengan namanya dot com, ketemu mas penganyam kata di fesbuk dan baca updatetan debi beberapa hari ini, saya tergoda untuk kembali menulis..mengasah kepekaan saya dalam merangkai kata-kata..

Belakangan hidup saya sangat berwarna, sangat naik dan turun.

Hal yang terbaru yang saya temukan, yang ternyata cukup menguras emosi saya adalahternyata banyak orang yang berubah setelah menikah..termasuk saudara dekat saya sekalipun. hmm..mungkin ini karena saya belum menikah sehingga saya tidak tahu persis apa yang terjadi setelah pesta usai..atau mungkin saya harus menikah dulu dan berubah agar saya tau apa alasan dibalik semua ini

Orang - orang yang berubah setelah menikah ternyata menyadarkan saya bahwa saya sangat sangat mencintai orang tua saya. Saya sangat sedih ketika mereka sedih dan semakin sedih ketika saya belum mampu melakukan apapun untuk mengurangi beban mereka. Papa saya yang gagah itu sekarang sudah mulai menua. Beliau berusia 56 tahun tanggal 6 juli lalu. Semalam sebelum ulang tahun beliau, saya mengirimkan imel ke kakak saya yang isinya tulisan saya untuk beliau beserta ucapan selamat ulang tahun. saya tidak tahu persis apakah ucapan tersebut sampai ke tangan beliau, maklum kakak saya juga sibuk. Pagi harinya saya sempatkan menyapa beliau dan mengucapkan selamat ulang tahun beserta doa-doa saya dengan suara tercekat...Mama saya yang sangat mirip dengan saya itu 3 hari yang lalu berulang tahun ke 53. Beliau masih mama saya yang sederhana dengan nada bicara yang bagi orang yang tidak kenal beliau dianggap nada marah, beberapa kali ketika saya menelpon beliau bercerita dan mengungkapkan keluh kesahnya. Mungkin sekarang beliau tidak punya temen cerita lagi untuk berbagi..dan selalu diakhir cerita beliau mengatakan " ga usah dipikirkan ya..mama hanya mau bercerita..". Mama dan papa..semoga saya segera bisa mengambil alih beban itu dari pundak kalian berdua...I love you

Enough about sad story..
Sekarang saya ingin berbagi tentang cerita bahagia. Tinggal satu semester lagi menjelang gelar master ini saya genggam..meskipun bisa lebih tapi saya berharap bisa menyelesaikan semua tepat waktu. Pembimbing thesisnya sudah di umumkan dan saya mendapatkan pembimbing yang sangat lembut hatinya. Pada awalnya saya takut kalo saya kebablasan menghabiskan waktu untuk berleha-leha kalau dapat pembimbing yang terlalu baik. Soalnya saya seringkali seperti kuda, dipecut dulu baru lari, nah takutnya kalo dapat bapak sebaik beliau, saya ga termotivasi. Tapi alhamdulillah, kebaikan hatinya membuat saya sungkan dan kemudian memicu saya untuk sungguh sungguh dan hasilnya artikel pilihan saya untuk dasar thesis diterima dengan baik..Yippie..di semester tanpa bekerja ini menyadarkan saya kalau saya ternyata lebih maksimal jika ditekan sana sini seperti ketika saya kuliah sambil bekerja dulu...jadi semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri.

Nah, selain kuliah, saya ikut serta membentuk beberapa klub di kampus, mulai dari klub jalan-jalan hingga klub bulutangkis. Di berbagai klub itu saya terpaksa menduduki jabatan bendahara dan manajer. Terpaksa? ya iyalah, jadi bendahara mesti siap-siap nombok, jadi manajer, siap siap sibuk dan pusing..tapi ga papalah itung-itung melatih kesabaran dan melatih kemampuan manajerial..

hmm apa lagi ya?
wah sepertinya cerita saya nano-nano sekali..
tapi ga papa, senang rasanya bisa nulis lagi disini seperti senangnya saya karena malam ini bisa tidur lebih awal..

Senin, 04 Mei 2009

Semester II : Memahami Konsekuensi atas Setiap Keputusan

Alhamdulillah trimester dua berakhir sudah...

Semester yang penuh ketegangan dan penuh dengan pilihan beserta konsekuensinya. Selain beban kuliah yang lebih padat dibarengi dengan akhir masa proyek. Di semester ini saya belajar bahwa setiap keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensinya.

Pelajaran pertama dimulai ketika dua pekerjaan besar di kantor dibebankan kepada saya selaku koordinator. Pada saat yang bersamaan dengan ujian tengah semester, saya harus berada di jakarta untuk menunaikan kewajiban kantor. Konsekuensi yang harus saya terima adalah dosen yang bersangkutan tidak memberikan kesempatan buat ujian susulan. Saya dan pihak akademis telah berusaha keras mencari celah, tapi ternyata buntu..akhirnya saya hanya bisa menangis saja..membayangkan kemungkinan untuk mengulang di semester berikutnya, perpanjangan semester dan semakin lama membebani orang tua..Tapi saya tidak ingin membayangkan hal-hal buruk dulu. semoga bapak dosen itu tidak memberi saya nilai jelek sehingga mewajibkan saya untuk mengulang semester depan.

Yah begitulah konsekuensi dari kuliah sambil bekerja. Selain tidak lapang secara waktu, saya juga tidak lapang secara pilihan.Maka ketika pilihan sulit terjadi, itu berguna untuk mengajari saya tentang konsekuen dalam menjalankan pilihan.

Pelajaran berikutnya harus saya hadapi lagi ketika adek saya menikah beberapa pekan yang lalu. Entah mengapa tanggal pernikahan adek saya itu sama sekali ga bagus bagi saya. Pada saat yang bersamaan saya seharusnya mengikuti kuliah tambahan dengan pak Zaki berturut-turut selama tiga hari. Saya hopeless. Rencana pulang saya berantakan nyaris ga jadi.. Sekali lagi saya harus bilang ke diri saya bahwa inilah konsekuensi dari sebuah pilihan. Karena saya sudah memilih untuk melanjutkan kuliah dan orang tua saya sudah menyetujui pilihan yang sudah saya buat, maka konsekuensi yang mungin muncul pada hari pernikahan adek saya itu ya saya mungkin tidak bisa hadir. Tapi alhamdulillah ternyata Bapak profesor itu dibukakan mata hatinya. Mungkin karena ga tahan melihat tampang memelas saya selama kuliah berlangsung, salah satu jadwal tambahan dipindahkan pada hari yang sama sehingga saya bisa bolos satu hari saja. Alhamdulillah.

Pelajaran lain yang saya dapat disemester ini adalah untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja karebna saya tidak pernah tahu kapan kesempatan saya untuk berbuat baik akan berakhir. Di semester ini saya kehilangan dua teman sekaligus hanya dalam jangka waktu sebulan saja Pak Gendro dan Pak Edwin berpulang ke haribaanNya. Saya tidak terlalu dekat dengan pak Gendro, tapi saya cukup menyesal tidak terlalu sering berbincang dengan beliau sekedar berbagi cerita, mengurangi beban masalah yang beliau hadapi. Dengan pak Edwin saya sangat dekat. Beliau selalu saya antar pulang kalau saya sedang dipinjami motor. Pak Edwin sudah saya anggap seperti bapak saya sendiri. Beliau tempat saya bercerita, mencari motivasi bahkan menitipkan salam pada kecengan saya yang sekelas dengan beliau. Dari beliau saya bercermin bahwa orang yang tidak sempurna saja ( beliau menderita cacat kaki sehingga harus memakai tongkat) masih terus berjuang hingga titik penghabisan, lalu mengapa saya yang masih muda, alhamdulillah sehat dan sempurna secara fisik harus menyerah begitu saja. Tapi saya senang, karena saya melepas beliau dengan tenang dengan perasaan bahagia..Pada hari kepulangan beliau, saya mendapatkan satu pelajaran lagi..tentang kehidupan. Saya melihat istri beliau ada disana masih menyambut saya dengan senyuman meskipun setelah itu kami bertangisan. Saya baru melihat kedekatan hati diantara dua orang yang saling mencintai. Pak Edwin sangat beruntung, pada detik-detik sebelum berpulang, beliau masih didampingi dengan penuh cinta oleh istrinya. It's a love for a life time..

Dan hal terbaru yang saya pelajari di semester ini adalah belajar untuk melanjutkan dan meneruskan kehidupan saya sendiri. Beberapa peristiwa yang saya alami belakangan ini mengingatkan saya bahwa sayalah yang akan bertanggungjawab terhadap terhadap diri saya sendiri..bukan orang lain. bukan siapa-siapa. Jadi disemester ini saya mulai membangun independensi diri dan mulai belajar untuk membuka hati lagi..suit suit..ya disemester ini saya mulai jatuh cinta lagi...

Apapun yang saya alami selama satu semester ini saya bersyukur karena Allah memberikan saya kesempatan untuk mengalami ini....

Dan semester yang penuh pelajaran ini berakhir sudah..
Saatnya bersiap untuk memasuki chapter kehidupan selanjutnya...

Jumat, 24 April 2009

Semester II : Memahami Konsekuensi atas Setiap Keputusan

Alhamdulillah trimester dua berakhir sudah...

Semester yang penuh ketegangan dan penuh dengan pilihan beserta konsekuensinya. Selain beban kuliah yang lebih padat dibarengi dengan akhir masa proyek. Di semester ini saya belajar bahwa setiap keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensinya.

Pelajaran pertama dimulai ketika dua pekerjaan besar di kantor dibebankan kepada saya selaku koordinator. Pada saat yang bersamaan dengan ujian tengah semester, saya harus berada di jakarta untuk menunaikan kewajiban kantor. Konsekuensi yang harus saya terima adalah dosen yang bersangkutan tidak memberikan kesempatan buat ujian susulan. Saya dan pihak akademis telah berusaha keras mencari celah, tapi ternyata buntu..akhirnya saya hanya bisa menangis saja..membayangkan kemungkinan untuk mengulang di semester berikutnya, perpanjangan semester dan semakin lama membebani orang tua..Tapi saya tidak ingin membayangkan hal-hal buruk dulu. semoga bapak dosen itu tidak memberi saya nilai jelek sehingga mewajibkan saya untuk mengulang semester depan.

Yah begitulah konsekuensi dari kuliah sambil bekerja. Selain tidak lapang secara waktu, saya juga tidak lapang secara pilihan.Maka ketika pilihan sulit terjadi, itu berguna untuk mengajari saya tentang konsekuen dalam menjalankan pilihan.

Pelajaran berikutnya harus saya hadapi lagi ketika adek saya menikah beberapa pekan yang lalu. Entah mengapa tanggal pernikahan adek saya itu sama sekali ga bagus bagi saya. Pada saat yang bersamaan saya seharusnya mengikuti kuliah tambahan dengan pak Zaki berturut-turut selama tiga hari. Saya hopeless. Rencana pulang saya berantakan nyaris ga jadi.. Sekali lagi saya harus bilang ke diri saya bahwa inilah konsekuensi dari sebuah pilihan. Karena saya sudah memilih untuk melanjutkan kuliah dan orang tua saya sudah menyetujui pilihan yang sudah saya buat, maka konsekuensi yang mungin muncul pada hari pernikahan adek saya itu ya saya mungkin tidak bisa hadir. Tapi alhamdulillah ternyata Bapak profesor itu dibukakan mata hatinya. Mungkin karena ga tahan melihat tampang memelas saya selama kuliah berlangsung, salah satu jadwal tambahan dipindahkan pada hari yang sama sehingga saya bisa bolos satu hari saja. Alhamdulillah.

Pelajaran lain yang saya dapat disemester ini adalah untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja karebna saya tidak pernah tahu kapan kesempatan saya untuk berbuat baik akan berakhir. Di semester ini saya kehilangan dua teman sekaligus hanya dalam jangka waktu sebulan saja Pak Gendro dan Pak Edwin berpulang ke haribaanNya. Saya tidak terlalu dekat dengan pak Gendro, tapi saya cukup menyesal tidak terlalu sering berbincang dengan beliau sekedar berbagi cerita, mengurangi beban masalah yang beliau hadapi. Dengan pak Edwin saya sangat dekat. Beliau selalu saya antar pulang kalau saya sedang dipinjami motor. Pak Edwin sudah saya anggap seperti bapak saya sendiri. Beliau tempat saya bercerita, mencari motivasi bahkan menitipkan salam pada kecengan saya yang sekelas dengan beliau. Dari beliau saya bercermin bahwa orang yang tidak sempurna saja ( beliau menderita cacat kaki sehingga harus memakai tongkat) masih terus berjuang hingga titik penghabisan, lalu mengapa saya yang masih muda, alhamdulillah sehat dan sempurna secara fisik harus menyerah begitu saja. Tapi saya senang, karena saya melepas beliau dengan tenang dengan perasaan bahagia..Pada hari kepulangan beliau, saya mendapatkan satu pelajaran lagi..tentang kehidupan. Saya melihat istri beliau ada disana masih menyambut saya dengan senyuman meskipun setelah itu kami bertangisan. Saya baru melihat kedekatan hati diantara dua orang yang saling mencintai. Pak Edwin sangat beruntung, pada detik-detik sebelum berpulang, beliau masih didampingi dengan penuh cinta oleh istrinya. It's a love for a life time..

Dan hal terbaru yang saya pelajari di semester ini adalah belajar untuk melanjutkan dan meneruskan kehidupan saya sendiri. Beberapa peristiwa yang saya alami belakangan ini mengingatkan saya bahwa sayalah yang akan bertanggungjawab terhadap terhadap diri saya sendiri..bukan orang lain. bukan siapa-siapa. Jadi disemester ini saya mulai membangun independensi diri dan mulai belajar untuk membuka hati lagi..suit suit..ya disemester ini saya mulai jatuh cinta lagi...

Apapun yang saya alami selama satu semester ini saya bersyukur karena Allah memberikan saya kesempatan untuk mengalami ini....

Dan semester yang penuh pelajaran ini berakhir sudah..
Saatnya bersiap untuk memasuki chapter kehidupan selanjutnya...

Yang udah berkunjung ke sini ..