Sabtu, 16 Januari 2010

Look good = Feel good


Kemaren malam, saya dan laras bermaksud mengakhiri our never ending daily dinner @burjo..maklum anak kos, tengah bulan plus musim hujan pula, jadilah burjo merupakan penyelamat kami. Perginya sih ga jauh-jauh dari mall. Pilihan kami jatuh untuk makan menu korea di Bee's Galleria. Selain makanannya enak, harganya juga tidak sampai membuat kantong kami kering kerontang.

Tapi bukan soal makan di bee's yang ingin saya ceritain disini. Tapi soal baju yang saya pake. Beberapa hari ini saya menemukan banyak inspirasi berpakai dari hasil blogwalking. Dan semua semakin menyenangkan karena yang menjadi sumber ide adalah para muslimah. Mereka semua ada di daftar blog yang saya ikuti, just klik one by one and be patient ..he he .

Saya melihat bahwa fashion tidak semata tentang barang bermerek yang melekat di tubuh, tapi juga tentang bagaimana kita memakainya. Barang murah dipakai dengan cara mahal ternyata bisa terlihat mahal dan begitu juga sebaliknya.

Nah, kemaren malam, saya berniat untuk well dressed..meskipun cuma buat makan malam. and voila...I feel awesome and gorgeus..

Yang saya pake :
* jeans lama yang sudah minta dipensiunkan tapi cuttingnya bagus...harganya sih cuma IDR 100K (harga bahan dan ongkos jahit)
* jilbab berqo punya mama (sederhana tapi saya suka payetnya yang sewarna dan tidak norak, for free)
* Manset hitam beli di galeria mall, IDR 30 K
* Kaos Ungu longgar berkerah, beli di FO harganya IDR 30K
* tas krem merek guchi, hadiah dari agus
* dan sepatu tip toe 3 cm berwarna hitam putih hadiah dari ii, sayang saya ga sempat berfoto dengan sepatu itu
* belt manik-manik karet pemberian laras..
* Kalung etnik hadiah dari aan

PS : Hari ini saya keluar lagi dengan seorang teman ke amplas dengan baju dan gaya yang sama ( kemaren malam kan keluarnya cuma bentar)dan saya menemukan banyak hal diantaranya:
1. Dress well ternyata mendongkrak kepercayaan diri..meskipun awalnya canggung, lama-lama menyenangkan..
2. Beberapa kali saya diliatin oleh perempuan-perempuan yang sebagian besar berbadan lebih bagu dari saya but not dress wel..mungkin mereka kagum, iri atau memandang sinis? what everlah..tapi yang paling lucu adalah ketika saya melihat seorang wanita, dengan postur yang lebih ramping, tapi hanya memakai pakaian sangat seadanya..melihat saya berkali-kali dan kemudian langsung memeluk suaminya..he?..maksudnya apa mb?
3. Promise my self to wear as good as i can..and i will always try to feel good so I can look good ..

anyway, today is awesome !!

Selasa, 12 Januari 2010

musim hujan kali ini...

Hampir tiap sore Jogja disiram hujan. Selagi tidak disertai angin
kencang dan petir yang menyambar-nyambar, saya masih pencinta hujan.
Hampir semua musim hujan selama 4 tahun ini saya lewatkan di Jogja dan
selama itu pula saya hanya bisa membayangkan betapa enaknya berkumpul
bersama keluarga besar ketika hujan.

Adik-adik saya yang jumlahnya tiga orang itu biasanya akan sibuk
meminta kakaknya ini membuat gorengan. apa saja, entah pisang goreng,
bakwan, bahkan kadang hanya sekedar tahu yang direndam dengan air garam
atau tempe yang digoreng tepung.

Biasanya mereka akan menunggu dengan sabar dan menyiapkan segelas teh
atau kopi instan panas sebagai teman makan gorengan. Bakwan, tahu atau
risoles di rumah saya ataupun di kota padang pada
umumnya disajikan dengan kuah cabe yang dibuat dari cabe giling yang
disiram air panas mendidih ditambah dengan beberapa sendok gula,
beberapa iris bawang putih dan sedikit cuka atau asam jawa. Setelah
gorengan matang dan kuah cabenya jadi, berikutnya akan terjadi gerakan
bolak balik ke dapur setiap kali gorengan diangkat hingga gorengan
habis. Hanya tersisa tumpukan piring kotor karena kami memakan gorengan
plus kuahnya dipiring-piring tersebut. Dan tak lama kemudian para
pemakan gorengan satu persatu menarik selimut dan tidur.

Di hari lain masih di musim hujan, biasanya kami akan bergantian di
dapur untuk memasak mie instan favorit dengan cara masing-masing. Ayah
saya menyukai mie instan rasa kari ayam buatan pabrik mie terkenal yang
dimasak lengkap dengan sayuran, daun bawang, seledri dan bawang goreng
dengan telur yang diaduk cepat sesaat sebelum mi instan diangkat dari
panci. Sementara versi ibu saya tidak kalah nikmatnya. Beliau hanya
akan merendam mie instan rasa ayam bawang ditambah daun bawang yang
telah diiris, cabe rawit, irisan tomat dan seledri dengan air mendidih
lalu di tutup. Setelah dianggap cukup empuk, tutup mangkok akan dibuka.
Aromanya segaaarrr sekali. Baru kemudian bumbu dan pelngkap dimasukkan
dan diakhiri dengan percikan air jeruk nipis...hmmm

Di Jogja, musim hujan membuat warung bubur kacang ijo dipenuhi oleh
anak kos. Ya warung murah meriah yang menyediakan makanan fast food
(yang memang tersaji cepat) merupakan pertolongan pertama bagi kami
anak kos yang kelaparan dan mati gaya kalo hujan tidak kunjung reda.
Akang-akang di burjo ( kebanyakan burjo dimiliki oleh orang kuningan)
akan dengan sigap memindahkan bakwan, tahu isi, tempe, pisang molen ke
baki-baki gorengan, menyiapkan mie instan rebus, bubur ayam ataupun
hanya sekedar segelas susu kental manis coklat hangat.

Hmm..meskipun tidak berada di rumah, musim hujan yang saya lewati tetap
saja menyenangkan. .Postingan yang tidak terlalu penting. mudah-mudahan
tidak di banned ama moderator :)

Jumat, 08 Januari 2010

hmmmm....

saya selalu jatuh cinta pada pria-pria yang bacaan sholatnya bagus...
seperti Papa dan adik bungsu saya - abi, yang hafalan juz ammanya yahud..


seperti pada pria yang wajahnya mengalihkan duniaku..meski dia jadi imam di sholat zhuhur, tapi saya tau dia bacaan sholatnya Insya Allah bacaannya diatas rata-rata..


dan seperti pria yang jadi imam pada sholat magrib dalam dua hari ini..^_^

dibawa ketawa aja

Mungkin thesis ini terlalu membunuh saya..sehingga lama-lama malah cuma dibawa ketawa aja.

Hari ini pengolahan data pertama setelah beberapa minggu sebelumnya kuisioner saya yang jumlahnya 200 biji itu disebarkan dengan susah payah. akhirnya...
tapi setelah di olah, dari 5 variabel yang diuji..semuanya ga signifikan
setelah, data yang sebarannya tidak normal dihapus beberapa, masih juga tidak signifikan..


Ya udah...
Ketawa aja deh..setelah itu bunuh diri dulu..
besok kita mulai kehidupan yang baru lagi..dengan semangat baruu

Rabu, 06 Januari 2010

lebih muda, lebih tua atau seumuran

ada temen kos yang kemaren dengan malu-malu bercerita kalo dia lebih suka dengan pria yang jauh lebih tua. Dia menyukai pria dengan umur 23 tahun keatas sementara umurnya sendiri belom genap 19 tahun.

Saya cuma senyum-senyum aja
dalam kepala saya yang ada cuma pertanyaan: " Emang kenapa gitu?"

Emang ada yang salah dengan pria yang lebih tua? begitupun pertanyaan berikutnya, emang ada yang salah dengan pria yang lebih muda? atau seumuran sekalipun?

perjalanan hidup membawa saya untuk bisa melihat sebuah hal dari berbagai sudut..
saya memahami bahwa setiap keputusan yang dibuat oleh seseorang pasti ada alasannya..
dan setiap keputusan pasti ada plus minusnya bukan?

jadi?
ya biarin aja :)

Selasa, 05 Januari 2010

tujuh hari dalam seminggu

Hey,
Postingan pertama niy di 2010...
mudah-mudahan makin rajin nulis, seperti si debi yang rajin banget nulis tentang kehidupan barunya belakangan ini. huh, jadi iri..kehidupan baru pasti punya banyak cerita baru..*dasar manusia ga bisa bersyukur.

Tapi, siapa bilang hidup saya ga punya cerita juga..
hari ini saya sudah bisa tertawa lagi karena satu cerita. Mungkin bukan hari ini secara penuh, soalnya saya memulai pagi dengan air mata dan kepasrahan tingkat tinggi akan nasib thesis saya...thesis oh thesis..

Sore ini saya baru mengetahui dengan pasti kalo pria yang selama ini wajahnya mengalihkan dunianya saya itu berbeda dengan yang selalu saya bayangkan dalam pikiran saya. Yang ada dalam pikiran saya, dia bernama X, temannya teman kos saya, statusnya complicated. sedangkan yang sebenarnya, pria ini bernama Y, bukan temannya teman kos saya dan statusnya Happy husband. Kesamaannya hanyalah mereka berdua kuliah di tempat yang sama..di gedung yang sama dengan yang saya datangi setiap harinya.

Pertama kali saya melihatnya, saya langsung mengklaim dia sebagai pria pujaan hati. Semua semakin menguat ketika beberapa kali ketika sholat zuhur, saya melihat dia menjadi imam..deuuuuhhh serasanya dia adalah imam pribadi saya...rasanya saya ingin mencium tangannya setelah sholat usai..rasanyaaaa..huhuuuhuuu

Mungkin saya jatuh cinta pada pandangan pertama..
Dia memiliki semua yang saya inginkan dari seorang pria; alim, pintar dan gagah
Pria itu menjadi salah satu penyemangat saya kalau ke kampus..
dia telah membuat status fesbuk saya penuh dengan komentar..
dan membuat tujuh hari dalam seminggu saya menjadi lebih berwarna..

Tapi ternyata
Pria itu hanya boleh di lihat tapi ga boleh di dekati....


Ha ha ..whateverlah
yang penting akhirnya saya bisa tertawa lagi..meskipun menertawai diri sendiri

Selasa, 22 Desember 2009

mama..you know I love you..

Hari ibu ..
dan saya belum menelpon mama pagi ini dan belum menelepon mama untuk minggu ini..saya rindu sebenarnya, tapi saya takut kalo saya tidak bisa menahan emosi saya ketika menelepon beliau, takut tidak bisa menahan tangis kalau bercerita betapa sulitnya hari-hari belakangan ini harus saya lewati..saya takut menambah beban beliau..

Ketika minggu lalu beliau menelepon saya untuk menanyakan kesulitan yang saya hadapai pada saat thesis, saya dengan tercekat-cekat harus meminta maaf kalau nanti beliau harus menyiapkan uang kuliah tambahan. Saya merasa amat bersalah, pada mama dan papa. di dalam benak saya, hanya terbayang dua wajah orang yang saya cintai, yang semakin menua tapi masih tetap harus di repotkan oleh saya..belum ada satupun saya membalas kebaikan dan membahagiakan mereka..

dan semua ini membuat saya tertekan. resah dan risau sepanjang hari..
hingga suara mama di telpon menenangkan saya. Beliau mengatakan bahwa beliau akan mendoakan semoga thesis saya bisa selesai secepatnya dan beliau akan sekuat tenaga mencarikan biaya untuk saya..ah mama...saya tidak tau kapan semua jerih dan payah ini akan terbayarkan..maafkan saya

di hari ibu ini, saya ingin mempersembahkan tulisan saya buat mama, yang pernah saya posting di notes saya di fesbuk..tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan jasa beliau terhadap saya..tidak akan pernah terbalas...

Mama, I love you...

"Saya jarang menulis tentang mama saya dalam note atau blog bukan karena saya tidak menyayangi beliau seperti saya menyayangi Papa saya, namun justru karena saya tidak bisa menemukan kata-kata yang sepadan untuk bisa mewakili pentingnya keberdaan beliau dalam kehidupan saya. Pastinya jikalau mama saya tidak ada, maka saya juga mungkin tidak ada. Ini sama saja dengan filosofi ayam dan telur..Saya ada, karena beliau ada.

Saya dan mama sangat mirip. Mungkin kemiripan itu jugalah yang membuat kami seringkali bertentangan satu sama lain. Seorang teman pernah berkata pada saya; Jika kita merasa tidak cocok dengan seseorang, maka bisa jadi karena apa yang tidak kita sukai pada dirinya juga ada pada diri kita...hmmm mungkin temen saya itu ada benarnya juga.

Bagi saya, perlu waktu bertahun-tahun untuk bisa memahami keinginan mama terhadap saya. Mama menurut saya seperti halnya ibu-ibu lain, yang seringkali lebih senang melihat anak orang lain daripada anaknya sendiri dan saya juga begitu, lebih senang melihat ibunya orang lain dari pada ibu saya sendiri. Saya dekat dengan banyak mama temen saya dan saya juga akrab dengan banyak tante-tante, teman kerja mama saya di RSUP. Rasanya bagi saya lebih mudah untuk mendekati mereka daripada mendekati mama saya sendiri...

Keadaan mulai berubah ketika saya tamat kuliah. Pada malam pelepasan wisuda, saya memberikan sambutan dengan memakai baju baru hadiah kelulusan dari mama. Baju pertama yang saya pakai dengan sukacita dan ikut serta mendongkrak kepercayaan diri saya untuk bercerita banyak mewakili para wisudawan selama 20 menit tanpa teks..saya melihat binar bangga di mata beliau..ah kalau saja waktu bisa diulang kembali....Namun sayangnya kebahagiaan itu tidak berlajut pada keesokan harinya ketika acara wisuda berlangsung, Papa dan mama memilih untuk tidak masuk ke dalam gedung...kecewanya masih terasa sampai sekarang..ya tidak ada yang istimewa memang..melihat anaknya lulus dengan kategori biasa-biasa saja..

Tidak ada yang tahu tentang hari esok dan tidak ada yang tahu apa yang direncanakan Tuhan.
Setelah upacara kelulusan, Papa dan mama kemudian menghadiahi saya kesempatan terhebat yang pernah saya punya. Kuliah di kota yang sudah saya impikan sejak saya duduk di bangku SMU. Disuatu subuh mama mengantar saya ke Bandara dan kami berpelukan dan bertangisan...Saya mulai gamang, kami tidak pernah berpisah lama. Hanya ketika saya kecil dulu saja, ketika saya dan saudara saudara saya bergantian dititipkan di tempat nenek.

Setelah saya di Jogja, barulah saya memahami apa makna dari merantau.
Merantau ternyata mengajarkan saya bahwa tidak ada tempat yang menyenangkan selain dirumah...seburuk apapun keadaannya. Merantau membuat saya mengetahui bahwa saya beruntung karena masih memiliki orang tua, masih dimarahi kalau salah, masih dirawat kalau sakit, masih suka diceramahi dan diawasi..karena ternyata itulah yang saya rindukan selama saya merantau.

Merantau juga mengajari saya untuk menciptakan kondisi bukan hanya protes dengan keadaan. Sesekali saya menelpon mama saya hanya untuk sekedar bertanya apakah beliau sehat sehat saja, masak apa hari ini..pertanyaan yang menurut saya cukup sederhana tapi mampu membuat beliau canggung. Ah..mungkin selama ini sayalah yang salah..tidak berusaha mengerti apa yang beliau rasakan dan tidak pernah bertanya..

Setelah merantau juga saya baru menyadari bahwa apa yang telah mama saya lakukan agar saya bisa sekolah tinggi hingga hari ini nyaris tak terbayar. Saya membayangkan betapa banyak keinginan yang harus beliau tahan agar bisa menabung untuk uang semesteran saya..dan alhamdulillah saya masih bisa meringankan beban beliau dengan menanggung biaya hidup sendiri selama setengah tahun..tapi itu juga masih jauuuuhhhh dari cukup untuk mengganti setiap sen yang beliau keluarkan...

Sekarang...
Mama saya masih orang yang sama...tapi beliau kemudian menelepon saya jika beberapa hari saya tidak mengirim kabar ke rumah hanya untuk bertanya kenapa saya tidak menelpon...dan kemudian saya akan menggoda beliau dengan bertanya :" mama taragak yo?"

Mama saya masih orang yang sama, yang mendahulukan kepentingan saya dibandingkan keinginan beliau sendiri. tapi sekarang belaiu sudah punya sense of business yang bagus loo..beliau marketing batik saya di Padang. Ditangan beliau tumpukan batik yang saya kirim bulan lalu lenyap dalam waktu seminggu..dan beliau ingin keuntungannya jadi punya saya saja.beliau hanya minta dibelikan baju baru aja lebaran nanti

Mama saya masih orang yang sama..Beliau masih terus menyemangati saya untuk mengajukan beasiswa keluar negri..mendukung saya untuk bekerja dimanapun saya akan bekerja nantinya, bahkan hingga ke daerah terpencil sekalipun..Dari beliaulah ketangguhan seorang wanita dapatkan dan beliau percaya itu. Cuma bedanya sekarang beliau mulai berperan sebagai teman saya, mengoda saya agar saya mau bercerita kalau-kalau sudah ada pria yang bisa saya kenalkan ke beliau sebagai calon menantu...dan ketika saya jawab belum ada, maka beliau dengan lapang hati menghibur saya dan mengatakan "jangan khawatir, nanti akan ada saatnya..dan setiap selesai sholat mama selalu mendoakan eti.."..

ah mama..
Semua masih tetap sama..yang berbeda hanyalah kemauan kami berdua untuk berusaha saling menyelami hati masing-masing. andai saja saya tahu sejak lama..
tapi tidak apa-apa...kalau tidak begini, maka saya dan beliau tidak akan pernah belajar ...

Dan benar kan..perlu banyak kata untuk bisa menggambarkan terima kasih saya kepada beliau..atas setiap doa, airmata dan usaha dan pengertian yang beliau lpunya dan akukan untuk saya...

Semoga Allah memberikan Umur yang Panjang, kesehatan dan kebahagiaan serta kesempatan bagi saya untuk membalas semua jasa yang tidak terbalas tersebut di sisa umur beliau..Amin ya Rabbal alamiin

Un Amore Presempre MOm"

Yang udah berkunjung ke sini ..